Jumat, 07 Juni 2013

...ke Denpasar akuuuuu kan kembaliiiiii.....

WWWWWAAAAOOOOWWWW....

Can't say any words but WWWWWAAAAOOOOWWWWW !!!!!

Very happy, very blessed, very grateful of being me!!

Le to the bay... Saya hepi banget nih! Saya nggak pernah nyangka, saya akan kembali lagi ke rumah saya, hometown saya, where my heart lays. Iya, saya akan kembali ke Denpasar... *sing* ...ke Denpasar aaakuuu...kan kembaaaliiiii....

Kembali? Pindah? Nggak di serpong lagi?

Nope, ini cuma liburan! Nengok rumah, nengok hati, apakah baik2baik saja dan masih setia tertinggal di sana. :)

Nggak nyangka aja, mimpi ini bisa terwujud. Sudah sejak Desember tahun lalu saya pengen maen ke sana, sewaktu ayah lagi ada dinas 2 minggu di sana. Tapi tang itung itang itung, bang bing bung bing bang bing bung... ngga jadi dulu deh! Ekornya 2, rempongnya banget, sangunya mefetz. Eeehh lhadhalah...koq tiba-tiba si ayah berkhayal berhitung-hitung dan terucaplah rencana ini, dan Insya Alloh terealisasikan dengan kenekatan. ^_^. Alhamdulillah...

Koq nekat?
Iya nekatlah, wong bulan-bulan depan banyak banget yang mesti keluar. Tapi tiap ditanya, ayah cuma jawab, "Nggak tau, nggak ada. Ya udah lihat aja nanti gimana..."  --_-- . My simply ayah...

Sekarang yang penting, .....ke Denpasaaaarrrr aaaakkkuuuu...kan kembaaalliiii......


/bundi

Jumat, 31 Mei 2013

Balada A eR Te

Tentang A eR Te (ART) ini pasti banyak cerita. Nggak cuma saya, hampir setiap rumah tangga punya cerita tentang ARTnya.

ART saya baru mulai kerja sama saya tanggal 24 Januari 2013, yaaahh...4 bulan lebih seminggu deh ya. Ini anak masih muda (kecil) dan baru pertama kali kerja. Alkisah, kakaknya udah duluan kerja di rumah kakak ipar saya, cuma beda blok aja sama rumah saya. Dia nawari saya, apa mau kalau adiknya ikut kerja sama saya dengan kondisi belum pernah punya pengalaman kerja sama sekali. Hmm...saya pikir, dia dulu juga baru pertama kali dan ternyata semua berjalan baik dan lancar. Pikir saya, aahh adiknya mah nggak akan jauh deh dari kakaknya, cuma saya perlu extra (sabar, nrimo, ikhlas) aja siiihh...

Yaaahh...namanya juga minim pengalaman, ya hidup ya kerja, jadinya anak ini di mata saya 'ndelahom' sekali' (ngelus dada). Dan memang, semakin  lama tiggal bersama semakin kelihatan bahwa anak ini... hmm... yaaa... sorry to say ya..., bodoh (bodohnya nemen, kata orang jawa). --_--. Selain ini yo slebor, yo ora nyambung, yo lalen (laahh jadi bahasa jawa ini ungkapan emosi saiah), tambah lagi yo jorok, nek nyapu ngepel ora bersih tur bulu-bulu ijuk dan sampahnya suka ketinggalan padahal sangat kasat mata alias gede dan banyak dan ngeres di kaki  --_--. Capeeeekk deeehhh.... 

Saya stres!!! Iya, stres berat! Sampai berat badan saya drop jauh dari normal, gara-gara kepala saya ini mikiiiirrrrr meluluuuu.... Saya ini bayar seseorang supaya rumah saya bersih dan bisa meringankan pekerjaan saya, biar saya bisa santai, tidak capek, banyak waktu buat anak-anak dan diri, lha koq ternyata...nggak sesuai harapan. Rumah dan lantai kotor, kerjaan nggak beres-beres. Laaahhh jadinya enak waktu saya pontang-panting sendirian tanpa ART. Keadaan kotor jelas, tapi saya mahfum, karena sadar diri atas keterbatasan tenaga dan waktu yang saya miliki. Lah ini...udah ada yang membantu tapi koq hasil yang saya dapat nggak signifikan. Ayah menyalahkan saya, karena saya perfeksionis, nggak bisa menurunkan standar saya. Saya sebel, koq nggak ada yang mengerti perasaan saya ni.

Tambah lagi...anak ini baru 4 bulan kerja di rumah saya, tapi gelas dan piring yang pecah sudah 8!! --__-- Yang terakhir baru saja terjadi 1 jam yang lalu, setelah kejadian terakhir adalah 3 hari yang lalu. Udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Hanya satu pertanyaannya tadi, "Apa lagi sekarang yang pecah mbak?" dan diakhiri dengan, "Habis ini apa lagi yang pecah mbak? Tobat aku mbak...!" Eeehhh 2 petanyaan ding ya.

Tapi lama kelamaan saya yo bisa juga nerima. Karena sudah terbiasa melihat ini sih..makanya nggak ribut lagi. Dan saya mensugesti diri saya sendiri, menyemangati dan memotivasi diri sendiri untuk bisa ikhlas nrimo keadaan, dan senantiasa bertenaga untuk mengingatkan hal yang sama berulang-ulang. ^_^. Daaaaannn..memasukkan pecahnya barang-barang ke dalam biaya hidup per bulan! 


/bundi


Kamis, 30 Mei 2013

The Best Homemade SOTO AYAM Recipe

Wkwkwkwk...judulnya begini amat!

Setelah 6 tahun bergelut di bidang masak memasak, memikirkan menu masakan, mengolah bumbu, mencari-cari resep, akhirnya dapatlah saya resep SOTO AYAM yang paling enak sampai saat ini! *_* Kasihan amat yahhh...saya butuh 6 tahun untuk bisa menemukan ini. Alih-alih rajin browsing atau trial & error resep, saya memilih untuk percaya dan mengikuti resep tanpa ukuran almh. mbak Muji (ini orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kami sekeluarga: bapak, ibu, saya, dan pompi). Laaahhh...beliau mah sambil merem juga masakan enak terusssss, asal cempalng cemplung, nggak pernah nyicipin hasil masakannya, teteeeeppp aja enak dan jarang salahnya. Lah kitaaaa...kenal sama salam laos dan sodara-sodaranya aja baru tahun 2007. Kasian juga suami saya, selama 6 tahun merasakan soto ayam yang rasanya... hmmmm... yaaaa gituuu deeeehhh... Dan penemuan resep terbaru ini baru hari ini, belum diujicobakan ke lidah pak suami. Beliau lagi out of town. Nanti ya ay...bunda masakin lagi. ^_^ (Driah siiihhh actually yang masak, bunda bagian instruksi dan finishing touch)

Resepnya saya ambil dari blognya Keluarga Nugraha yang kesohor ituuu looohhh.... Saya ambilnya yang resep soto ayamn ambengan. Naaahh...ada kisahnya nih, kenapa saya pilih soto ambengan. Alkisah, zaman dahulu kala saat saya masih SD, saya sering diajakn bapak dan ibu saya makan siang soto ambengan di Santa (Jl.Wolter Monginsidi). Awalnya saya nggak doyan, bete gitu looohh..., kita kan anak muda belia mosok makannya soto, kayak orang tua aja... Kita mah maunya KFC di seberangnya (dulu, sekarang dah pindah pengkolan Santa dan Gunawarman dengan konsep modern). Tapi lama kelamaan, saya enjoy juga makan soto ambengan Pak Sadi (Asli) ini, sampai-sampai malahan saya yang suka ajak ibu dan bapak makan soto itu. Daaaannn....sampai hari ini, saya masih mengagumi rasanya itu.

Weeesss...kebanyakan cuap-cuapnya nih... Saya repost aja resepnya Mbak Astri Nugraha yah... Cuma saya tadi nggak ingat mau foto sotonya. Lain kali saya upload menyusul deh!

SOTO AYAM AMBENGAN
sumber : Astri Nugraha

Bahan:
1 ekor ayam (saya pakai dada ayam negeri)
2 batang serai, ambil putihnya lalu geprek
5 lembar daun jeruk purut
2.5 L air
6 sdt garam
3 sdt gula pasir

Bumbu halus:
50 gram udang, kupas dan tumis sampai matang (ini saya tasi nggak pakai)
6 butir bawang merah (saya 10 butir)
5 siung bawang putih
4 ruas kunyit (saya 1 jari dikupas lalu bakar)
1 sdt lengkuas bubuk (saya lengkuas utuh secukupnya, digeprek saja)
2 sdt ketumbar
1 sdt jahe cincang
2 sdt merica bubuk
5 butir kemiri sangrai (saya 4 butir besar dibakar)

Pelengkap:
soun
daun bawang
seledri
4 butir telur, rebus, potong membujur
bawang goreng
jeruk nipis
sambal godog
kecap manis
poyah*


Sambal Godog:
cabe rawit
2 siung bawang putih

------> direbus lalu ulek beserta garam dan diberi air rebusannya sedikit saat disajikan

Cara Masak:
1. Ayam direbus bersama serai, daun jeruk, garam, kaldu ayam bubuk (saya nggak pakai), dan gula pasir hingga lunak dan matang.
2. Tiriskan ayam, lalu goreng sampai kecoklatan, lalu suwir-suwir kasar.
3. Tumis bumbu halus, lalu masukkan ke dalam kuah. Masak sampai matang.
4. Sajikan soto dengan penataan secantik mungkin *_^.


*Cara Membuat Poyah:

Krupuk udang dicampur dengan bawang putih goreng, lalu dihaluskan dan ditambah dengan sedikit garam dan gula serta bumbu penyedap secukupnya.



Demikianlah hasil contekan saya dengan sedikit modifikasi karena ketersediaan bahan di rumah.

Sueeeerrrr...eeeennnnaaaakkkkk!!!

Selamat mencoba yah!

/bundi

M A S A K

Nggak pernah suka!

Nggak tau kenapa yah, saya itu koq nggak bisa enjoy kalau disuruh memasak. Padahal udah semangat banget nih ya, browsing resep, cobain ini itu, comot dari resep di blog ini blog itu..kalau udah eksekusi terus hasilnya nggak memuaskan, langsung deh patah hati... Kalau udah patah hati, bener2 patah, males lagi nongkrongin dapur. X_X

Beda kalau disuruh BAKING! Saya merasa lebih enjoy. Walau yaaahh...intensitas baking-nya nggak tinggi sih ya...tapi saya suka banget! Dan ini saya jadikan sekedar saluran emosi aja siiihh... Soalnya belum belajar banyak nih, tentang per-baking-an. Tapi saya amat sangat ingin belajar, kursus sama NCC. Tapi entah kapan yaaa...punya me time, spare time..maklumlah, punya bayi < 1 tahun yang masih nenen fullllll...plus pak suami yang lebih ridho mbayarin les masak timbang les bikin kue  --_--. Yaaa....beginilah hidup saiah!

/bundi

Rabu, 29 Mei 2013

Greetings!

Woooaaaahhmm.... another new blog! It is like, uhhmm..., my 4th blog!!! X_X

I forgot my last blog, either the name or the password. Hahaha... Yes, i rarely signed in into my account, because of common reasons..., no spare time and busy with kiddos. But then...I realize that I need something interesting to relieve my stressful or boring to the max feelings, thing (s) that make (s) my energy newly recharged. Well this is it... I am trying to write. I used to write when I was young (errr...not that means I'm old now ya....). Writing had made me feeling better, and so I do hope this thing really works for me from now on. Well...a stay at home mother of 2 boys, with 2 assistants indeed, but still feel overload, needs times ( a lot) to run from the routines. Then here I am...

Why bundabundi?
I often call myself as Bundi to my baby Aufar while Arga calls me Mina, Muna whenever he likes. So, why not minamuna? Well...., save this for another new blog when I forget this one! Hahahaha...

Who am I?
I am ANggia Setyarini, the luckiest woman on earth who is married to Seto Ardhianto, the almost perfect husband in the universe and granted 2 adorable kiddos named Argadhia Keandra Zumair (Arga 4,5 yo) and Aufaryan Virendra Zumair (Aufar 10 mo). Alhamdulillah....no more things to ask but happily ever after, dunia akherat.

So...welcome me please, to the fantastic world of blogging....!!!


/bundi